Media Literasi Ekonomi Islam

Ingin Memulai Investasi? Simak 5 Tips Memulainya

Investasi yang terbaik adalah investasi pada ilmu  pengetahuan

0

EKISPEDIA.COM – Beberapa waktu belakangan, investasi menjadi sesuatu hal yang sering diperbincangkan. Terlebih ketika pandemi melanda Negara Indonesia. Masyarakat kehilangan pendapatan seperti biasanya akibat pembatasan pergerakan atau aktifitas masyarakat selama pandemi, yang kita kenal dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Masyarakat pada akhirnya memutar otak bagaimana caranya agar tetap memperoleh pendapatan selama pandemi. Pada akhirnya sebagian masyarakat memperoleh suatu hal menurut mereka baru, yaitu investasi di pasar modal serta di pasar lainnya yang menjanjikan keuntungan yang berlipat.

Namun, kelatahan untuk memperoleh keuntungan dari berinvestasi tidak dibarengi dengan pengetahuan yang cukup serta kehati-hatian, sehingga yang terjadi adalah bukannya memperoleh keuntungan, malah memperoleh kerugian.

Nah, supaya tidak keliru, ayo cari tau beberapa tips berinvestasi berikut.

Baca Juga
1 of 102

1. Upgrade your Knowledge

Pengetahuan adalah hal yang paling penting dan utama sebelum kita memutuskan untuk berinvestasi. Pengetahuan terkait investasi akan memberikan kita efek untuk berhati-hati dalam memilih instrumen atau produk investasi. Selain itu, kita juga bisa dengan mudah menentukan strategi dalam berinvestasi.

Dalam dunia pasar modal, banyak sekali pilihan produk dan jenis investasi. Berbagai macam produk dan jenis investasi tersebut masing-masing memiliki karakteristik, sehingga investor baru perlu untuk memahami atau memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

Kalian perlu ingat kalimat di bawah ini!

Baca Juga
1 of 102

“Investasi yang terbaik adalah investasi pada ilmu  pengetahuan”

2. Kenali Profil Risikomu

Profil risiko setiap orang bisa berbeda-beda, bergantung pada beberapa aspek, seperti umur, tujuan investasi, pendapatan, toleransi risiko. Usia atau umur seseorang bisa menjadi patokan profil risiko seseorang dalam berinvestasi.

Terdapat 3 profil risiko dalam menilai seorang investor, yaitu konservatif, moderat dan agresif.

Baca Juga
1 of 102
  • Konservatif merupakan profil risiko yang paling rendah. Investor yang memiliki profil risiko konservatif cenderung sangat hati-hati dalam menempatkan dananya dalam berinvestasi. Selain itu, investor yang konservatif kurang begitu bisa toleran terhadap kerugian yang mungkin saja terjadi dalam berinvestasi. Investor yang memiliki profil risiko seperti ini lebih cocok berinvestasi pada produk investasi yang juga konservatif, seperti reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, deposito serta sukuk (obligasi).
  • Moderat merupakan profil risiko investor yang menengah atau sedang. Investor dengan profil risiko seperti ini biasanya masih bisa sedikit mentolerir kerugian serta fluktuasi yang mungkin terjadi dalam berinvestasi. Walaupun begitu, mereka masih tetap berhati-hati dalam menempatkan dana mereka ke dalam produk atau instrumen investasi. Investor dengan profil risiko seperti ini, biasanya cocok dengan produk investasi yang juga bersifat moderat, seperti reksadana pendapatan tetap, ETF (Exchange Trade Fund), reksadana sukuk/obligasi, reksadana campuran serta sukuk/obligasi.
  • Agresif merupakan profil risiko yang paling tinggi. Investor dengan profil risiko seperti ini biasanya sangat mentolerir kerugian serta fluktuasi nilai aset yang dimiliki. Investor yang agresif biasanya lebih suka menempatkan dananya dalam jangka panjang. Namun, bisa juga terjadi pada trader yang sudah memiliki pengetahuan investasi. Investor seperti ini sangat cocok menggunakan produk investasi yang juga bersifat agresif, seperti saham, reksadana saham, reksadana campuran.

Nah, itu dia sekilas berbagai macam profil risiko para investor. Saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat menilai profil risiko seorang investor ataupun calon investor. Bagi anda yang baru ingin memulai, bisa memanfaatkan aplikasi tersebut atau melakukan konsultasi kepada seorang expertis dalam investasi.

- Advertisement -

“How About Your Risk Profile?”

3. Tentukan Tujuan Investasimu

Langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan investasimu. Menentukan tujuan investasi dapat membantu kamu dalam memilih jenis instrumen investasi yang cocok dengan tujuan investasi kamu. Misalkan dalam waktu 10 tahun mendatang, kamu berkeinginan untuk mendaftar haji, maka kamu bisa memilih berinvestasi pada saham atau reksadana saham, karena saham merupakan instrumen investasi yang memiliki sifat jangka panjang (> 5 tahun). Berbeda lagi jika kamu berinvestasi hanya untuk sebagai dana cadangan. Tujuan investasi seperti itu lebih cocok menggunakan instrumen investasi seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

“So, tentukan tujuan investasimu sekarang!”

4. Mulailah Belajar Berinvestasi dari Risiko yang Paling Rendah

Sebelum lebih jauh mendalami dunia investasi, disarankan untuk mengalokasikan dana yang dimiliki untuk diinvestasikan ke dalam produk investasi dengan risiko yang terendah, seperti deposito dan reksadana pasar uang. Tujuannya adalah agar dapat memahami terlebih dahulu cara atau proses mekanisme transaksi. Selain itu, tips ini bertujuan untuk meminamilisir rasa psimis para investor baru serta kerugian yang mungkin saja dapat terjadi.

Setelah memahami proses dan fluktuasi pada produk investasi dengan risiko yang rendah, para investor baru dapat menaikkan level risiko produk yang menengah, seperti reksadana pendapatan tetap, reksadana sukuk/obligasi, sukuk/obligasi dan reksadana campuran. Selanjutnya, apabila sudah mulai memahami seluk-beluk dari investasi, investor baru bisa memasuki level produk dengan risiko yang agresif, seperti reksadana saham, ETF, dan atau langsung berinvestasi pada saham perusahaan.

“Sudah seberapa jauh proses belajar berinvestasimu?”

5. Gunakan Idle Fund (Dana Menganggur)

Tips yang kelima ini juga cukup penting bagi para investor baru, yang mungkin sering terlewat. Penggunaan dana atau alokasi dana yang tepat untuk investasi menjadi hal yang cukup sering terlewat, karena biasanya investor baru sudah tidak sabra untuk segera berinvestasi.

Pastikan dana yang kalian alokasikan untuk investasi adalah dana yang menganggur (idle fund). Hal tersebut bertujuan agar dana yang sudah diinvestasikan tidak dapat diganggu gugat atau ditarik seenaknya tanpa tujuan yang tidak jelas. Cara lainnya adalah kalian juga bisa menyisihkan terlebih dahulu sebagian dari gaji yang diterima setiap bulan untuk dialokasikan kepada investasi.

“So, mudah bukan untuk berinvestasi?”

Itulah beberapa tips untuk memulai investasi dari saya. Semoga tips ini bermanfaat  bagi kalian yang baru mau mulai berinvestasi.

Nantikan terus tips-tips investasi dari saya berikutnya. Stay Tuned!!!

-----------

Ikuti kabar terkini lainnya di Google News

You might also like
Leave a comment