Pemerintah Indonesia Siapkan 2,3 Juta Hewan Kurban untuk Idul Adha

kurban

EkisPedia.com – Pemerintah Indonesia telah menyiapkan 2,3 juta hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini dengan sistem pemantauan kesehatan hewan yang menunjukkan tidak perlunya impor.

Bacaan Lainnya

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan:

“Permintaan 1,8 juta hewan sepenuhnya dijamin dari ternak lokal. Pemerintah mengantisipasi pertumbuhan permintaan 10% tahun ini dari 1,6 juta yang dikurbankan pada 1443 (2021).”

Nasrullah menambahkan 2,3 juta ekor yang disiapkan untuk ibadah kurban terdiri dari 882.266 ekor sapi, 27.179 ekor kerbau, 952.390 ekor kambing dan 408.025 ekor domba. Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Juli di Indonesia.

Masalah Kesehatan

Namun, dia mengakui tahun ini cukup menantang. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1990, Indonesia tidak termasuk dalam Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau daftar anggota OIE yang diakui bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) di mana vaksinasi tidak dilakukan.

Penyakit ini menyerang sebanyak 236.229 ekor di 19 provinsi dan 216 kota atau kabupaten dengan tingkat kesembuhan hanya 32,8%. Nasrullah mengatakan pemerintah telah memulai langkah-langkah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan ternak dan manusia.

Di antara langkah-langkah tersebut adalah alokasi 29 juta dosis vaksin yang didanai negara; alokasi obat-obatan dan desinfektan serta ganti rugi hewan yang hilang akibat PMK. Langkah ini diperkirakan akan menelan biaya 4,4 triliun rupiah ($297,5 juta) dan saat ini sedang diselesaikan oleh kementerian keuangan.

“Kami akan memperketat lalu lintas ternak antar wilayah dan tidak akan memindahkan ternak yang terinfeksi untuk menjaga sebanyak mungkin wilayah bebas dari PMK,” tambah Nasrullah.

Kementerian pertanian memperkirakan perekonomian akan kehilangan 9,9 triliun rupiah ($666,9 juta) setiap tahun karena PMK. Penyakit ini mempengaruhi beberapa elemen dalam rantai sapi termasuk penurunan produksi susu, kematian mendadak (sering terjadi pada anak sapi), keguguran, penurunan tingkat kesuburan, penurunan berat badan dan hambatan perdagangan bagi peternak dan konsumen.

Sumber: SalaamGateway.com

Pos terkait